Kamis, 15 Mei 2014

Puisi

Pak guru
Kala mentari muncul
Kau kayuh sepeda tuamu
Menempuh jalan yang berliku
Mengejar ketepatan waktu
Kala mentari menyengak kulit
Kau kayuh sepeda tuamu
Lapar dahaga menjadi satu
Tapi tak kau hiraukan hal itu
Demi anak didik yang lebih maju
Itulah pengabdianmu
Wahai bapak guruku
Jasa-jasamu yang luhur itu
Tak dapat kulupakan
Sepanjang hidupku...

Ki Hajar Dewantara
Ketika bangsa ini masih terjajah
Kau hadir membela yang lemah
Perjuanganmu tak kenal lelah
Demi bangsa agar tak terjajah
Perjuanganmu sungguh mulia
Mendidik anak-anak yang tak bisa apa-apa
Perguruan taman siswa kau dirikan
Agar anak-anak mendapat pendidikan
Kini kau telah tiada
Meninggalkan kita untuk selamanya
Tapi jasamu sangatlah mulia
Untuk bangsa dan negara

Raden Ajeng Kartini
Bagai lilin menyala dalam gelap semesta
Kau terangi kaum wanita Indonesia
Hingga mampu meraba jalan masa depan
Melawan nasib yang tiada nyata arahnya
Bagai kunang-kunang berkelip dalam kelam
Kau sinari cuaca hitam legam
Nasib kaum wanita nan terhina
Tertinggal jauh nun disana
Kartini, bagaikan bintang kejora
Kau menyinari langit kelabu udara beku
Cahaya juangmu membimbing bangsa melangkah maju
Meski jalan berliku penuh batu
Awan penjajahan yang menutup langit harapan
Kau lawan dengan tangan tanpa bosan
Hari demi hari kau habiskan sepenjang hidupmu
Kartini yang agung
Penyuluh kemajuan pendorong kebangkitan
Kuntum bunga pujaan nusantara
Juangmu terpateri dalam sejarah bangsa

Indonesia
Dari ribuan pulau yang tersebar
Kau satukan kami dengan lautmu yang kekar
Dari sabang sampai merauke
Kau rangkul kami agar dekat
Hingga kami bersatu
Dalam kibar merah putihmu
Kini 68 tahun sudah usiamu
Bangkit dari semua derita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar